Pratinjau

4 Dec 2012

Ribuan desa rawan krisis air


Di Indonesia saat ini terdapat 8.765 desa yang rawan
air bersih . Penduduk bahkan untuk membeli satu meter kubik air harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 25.000 hingga Rp 50.000.

Sementara di kawasan Pondok Indah, Jakarta, yang dihuni oleh orang-orang yang lebih mampu hanya mengeluarkan uang Rp 2.500 untuk mendapatkan 1 meter kubik air.

Hall ini dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika meninjau lokasi pengeboran air sungai bawah tanah di Bribin, Gunung Kidul, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

”Oleh karena itulah pemerintah berjuang sekuat tenaga untuk membangun agar saudara kita yang keadaannya kurang beruntung karena daerahnya tandus mendapatkan air bersih yang jauh lebih murah dibandingkan daerah yang lebih baik,” kata Yudhoyono kepada wartawan.

Adanya pembangunan di Bribin untuk mendapatkan
air bersih dari sungai bawah tanah ini nantinya, menurut Yudhoyono, bisa didistribusikan ke daerah-daerah lain yang kering seperti Wonogiri, Pacitan, ataupun daerah Jawa Timur bagian selatan.
”Nilai paling tinggi bagi kita adalah menyangkut keadilan bagi saudara kita yang tidak mampu dan memberikan masa depan lebih baik dengan mebangun kawasan secara terpadu tapi tidak merusak lingkungan,” tuturnya lagi.

Pelestarian
Sebelum meninjau lokasi pengeboran di Bribin, Presiden mencanangkan wilayah Gunung Sewu—yang meliputi wilayah Kabupaten Gunungkidul, Wonosari, Pacitan—dan Gombong sebagai kawasan eko-karst.

Pencanangan ini dimaksudkan untuk melestarikan kawasan karet sekaligus melakukan pembangunan terpadu untuk mensejahterakan masyarakat sekitar yang selama ini dikenal sebagai wilayah tandus, terbelakang, dan miskin. Sebagai contoh adanya proyek air bersih Bribin yang memanfaatkan sungai bawah tanah yang berada di kawasan Gunung Sewu.
”Pencanangan Gunung Sewu dan Gombong sebagai eko-karst ini merupakan langkah awal dan nantinya pembangunan dilakukan terpadu dan bertahap. Pembangunan ini juga akan dilakukan di semua wilayah kast Indonesia,” kata Yudhoyono.
Menurut Presiden, Indonesia mempunyai kawasan karst seluas 154.000 km persegi. Karst Gunung Sewu dikenal dengan tipe ribuan bukit kerucutnya yang tiada duanya di dunia, sementara Gombong dicirikan dengan cockpit.

Sumber:kompas

No comments :