Pratinjau

12 Dec 2012

pencemaran air tanah(informatif)


Zat pencemar (pollutant) dapat didefinisikan sebagai zat kimia biologi, radio aktif yang berwujud benda cair, padat, maupun gas, baik yang berasal dari alam yang kehadirannya dipicu oleh manusia (tidak langsung) ataupun dari kegiatan manusia (anthropogenic origin) yang telah mengakibatkan efek yang buruk bagi kehidupan manusia dan lingkungannya. Semua itu dipicu oleh aktivitas manusia (Watts 1997 dalam Notodarmojo. 2005).

Di beberapa wilayah Indonesta, air tanah masih menjadi sumber air minum utama. Air tanah yang masih alami tanpa gangguan manusia, kualitasnya belum tentu bagus. Terlebih lagi yang sudah tercemar oleh aktivitas manusia, kualitasnya akan semakin menurun. Pencemaran air tanah antara lain disebabkan oleh kurang teraturnya pengelolaan lingkungan. beberapa sumber pencemaran yang menyebabkan menurunnya kuahtas air tanah antara lain (Freeze dan Cherry, 1979):

1. Sampah dari TPA

2. Tumpahan minyak

3. Kegiatan pertanian

4. Pembuangan limbah cair pada sumur dalam, dil

5. Pembuangan limbah ke tanah

6. Pembuangan limbah radioaktif.

Akibat pengambilan air tanah yang intensif di daerah tertentu dapat menimbUikan pencemaran air tanah dalam yang berasal dari air tanah dangkal, sehingga kualitas air tanah yang semula baik menjadi menurun dan bahkan tidak dapat digunakan sebagai bahan baku air minum. Sedangkan di daerah dataran pantai akibat pengambilan air tanah yang berlebihan akan menyehabkan terjadinya intrusi air laut karena pergerakan air laut ke air tanah.

Di daerah Bandung, air tanah dangkal di daerah peemukiman dan industri umumnya tidak memenuhi syarat sebagai sumber air minum. Beberapa parametar yang tidak sesuai persyaratan untuk sumber air minum antara lain: kekeruhan melebilti 5 FTU, warna lebih dari 15 PtCo, pH kurang dari 6,5, Fe3+ lebih dari 0,3 mg/l. Mn2+ lebih dari 0,1 mg/l, NH4+ lebih dari 1,5 mg/l, Cl- lebih dari 250 mg/l, dan NO3- lebih dari 50 mg/l, serta mengandung bakteri coli yang berasal dari buangan tinja, Rendahnya kualitas air tanah dangkal di daerah permukiman dan industri ini kemungakinan disebabkan oleh akuifer yana merupakan endapan danau dan pencemaran dari buangan limbah domestik dan industri (Danaryanto dan Hadipurwo, 2006).

Kekeruhan dan warna dapat terjadi karena adanya zat-zat koloid berupa zat-zat yang terapung serta terurai secara halus sekali, kehadiran zat organik, lumpur atau karena tingginya kandungan logam besi dan mangan. Kehadiran amonia dalam air bisa berasal karena adanya rembesan dari lingkungan yang kotor, dari saluran air pemnbuangan domestik. Amonia terbentuk karena adanya pembusukan zat organik secara bakterial atau karena adanya pencemaran pertanian. Kandungan besi dan mangan yang tinggi (> 0,3 mg/l untuk besi, > 0,1 mg/l untuk mangan) disebabkan batuan penyusun akuifer banyak mengandung logam besi dan mangan (Danaryanto dan Hadipurwo, 2006). Pada umumnya senyawa besi dan mangan sangat umum terdapat dalam tanah dan mudah larut dalam air terutama bila air bersifat asam. Kandungan bakteri coli hanya berkembang pada sumur gali. Sedangkan pada sumur pantek umumnya tidak mengandung bakteri coli. Pencemaran oleh adanya kandungan bakteri coli kemungkinan disehabkan oleh tangkl jamban (septic tank) dibuat terlalu berdekatan dengan sumur atau sumur berdekatan dangan sungai yang telah tercemar oleh tinja manusia.

Sumber: http://www.mafiosodeciviliano.com

11 Dec 2012

garis besar permasalahan air


air
  • Too much, terlalu banyak ? banjir
  • Too dirty, terlalu kotor ? pencemaran
  • Too little, terlalu sedikit ? kekurangan air
  • Bertambahnya penduduk
  • Perkembangan sosio-ekonomi
  • Kebutuhan air meningkat
  • Ketersediaan air tetap
  • Konflik kepentingan akan air
  • Desentralisasi/Otonomi Daerah
  • Konflik antar Kabupaten/Kota

anatomi banjir dan penangannya(informatif)


banjir jakarta
Pertumbuhan penduduk meningkat maka kebutuhan pokok & sekunder juga akan meningkat. Aktifitas pembangunan yang dilakukan cenderung dan lebih ditekankan adalah pada pembangunan berlanjut yang dominan di aspek ekonomi semata. Sedangkan aspek sosial dan lingkungan menjadi terabaikan.
Terjadi eksploitasi alam yang berlebihan, perubahan tata guna lahan yang tak terkendali dan menurunnya daya dukung lingkungan. Multi-player effect dari aktivitas tersebut pada hakekatnya menimbulkan kecenderungan peningkatan bencana baik dari segi kuantitas maupun kualitas (Global Water Partnership/GWP), 2001; Kodoatie dan Syarief, 2005).
Terjadilah paradoks antara penduduk dan air: pertumbuhan penduduk yang meningkat mengakibatkan kebutuhan air meningkat namun ketersediaan air menjadi berkurang karena terjadi peningkatan lahan/ruang terbangun.

Muncul konflik-konflik: konflik kepentingan dan kebutuhan antara man versus water; konflik ruang terbangun versus ruang terbuka hijau; konflik tata ruang bangunan versus tata ruang air. Peningkatan ruang terbangun menyebabkan pengurangan ruang terbuka hijau yang besar terutama di daerah-daerah perkotaan. Banyak lahan hijau, situ-situ, daerah resapan dan tempat tinggal air telah hilang (Kodoatie dan Syarief, 2007).

Air di Bumi Kita
1. Hanya 2,5% yang berupa air tawar dan hanya 1,0% yang dapat dimanfaatkan dengan beaya rendah (air danau, air sungai, waduk, air tanah dangkal).
2. Sisanya (97,5%) berupa air asin/laut.
Diperlukan upaya bersama untuk mempertahankan keberadaan air untuk kelangsungan kehidupan dan peradaban sekarang sampai yang akan datang.

Ketersediaan Air di Berbagai Negara

9 NEGARA TERKAYA AIR
  • BRAZIL 5.670 km3/th
  • RUSSIA 3.904 km3/th
  • CHINA 2.880 km3/th
  • CANADA 2.856 km3/th
  • INDONESIA 2.530 km3/th
  • USA 2.478 km3/th
  • INDIA 1.550 km3/th
  • COLOMBIA 1.112 km3/th
  • ZAIRE 1.020 km3/th
10 NEGARA TERMISKIN AIR
  • MALTA 50 m3/th/Jiwa
  • QATAR 62,5 50 m3/th/Jiwa
  • BAHAMA 87 50 m3/th/Jiwa
  • BAHRAIN 119 50 m3/th/Jiwa
  • YAMAN 126 50 m3/th/Jiwa
  • SAUDI ARABIA 191 50 m3/th/Jiwa
  • LIBYA 194 50 m3/th/Jiwa
  • UAE 231 50 m3/th/Jiwa
  • SINGAPORE 234 50 m3/th/Jiwa
  • JORDAN 313 50 m3/th/Jiwa
Ketersediaan air per kapita di dunia
Rata-rata 600 50 m3/th/Jiwa
Minimum 50 50 m3/th/Jiwa
Maksimum 20.000 50 m3/th/Jiwa



Hampir 75% kejadian bencana di dunia berkaitan dengan cuaca dan iklim, BANJIR DAN TANAH LONGSOR merupakan PENYEBAB BENCANA ALAM TERBESAR.

Selama 1990-2001 terjadi lebih dari 2.200 kejadian bencana yang berkaitan dengan air (WATER RELATED DISASTERS) di dunia. Bencana tersebut terjadi di Asia (39%) dan di Afrika (29%).
Bencana-bencana yang terkait dengan air terdiri dari: BANJIR (50%), EPIDEMI (29%), KEKERINGAN (11%), dan KELAPARAN (2%).
Korban jiwa karena banjir tercatat 15% dari bencana alam, karena kelaparan 42%.
Di Indonesia, kejadian bencana selama 1998-2003 tercatat: BANJIR 405 kali (35%) dan KEKERINGAN 167 kali (28%).
Dampak bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan:

korban bencana banjir dan tanah longsor 2001-April 2004: 671 meninggal, 228 hilang, dan 672.525 mengungsi

berbagai sumber

Tata ruang air(informatif)


air
Proses perjalanan air dalam ruang (3 dimensi) dapat dijelaskan secara global dalam siklus hidrologi. Di ruang laut proses perjalanan air ada dalam laut dan di daerah pantai dan ke ruang, udara air laut berubah menjadi uap. Adanya arus laut yang ada di samudra berpengaruh kepada terjadinya hujan, badai dan gelombang laut. Air laut juga berubah ujud menjadi uap dan masuk ke ruang udara, yang dalam proses perjalananya akan memberi kontribusi kepada hujan di ruang darat.


Di ruang darat air sebagai air tawar merupakan sumber kehidupan. Air juga merupakan sumber daya alam yang membutuhkan waktu yang lama dalam proses pembaharuannya (unrenewable dan renewable resource). Eksploitasi sumber daya alam di ruang darat, terutama eksploitasi air dan pemanfaatan (perubahan) lahan yang herlebihan dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan manusia akan menimbulkan berbagai masalah bagi kehidupan manusia.

Persoalan yang terkait dengan air yang melewati proses siklus hidrologi ini adalah sangat kompleks. Keterkaitan air dengan segala atributnya dengan berbagai aspek, berbagai sumber daya lain dan dengan penataan ruang merupakan suatu tantangan yang menarik untuk dianalisis dan dicari soiusinya. Pada hakekatnya keberadaan air harus harmoni dan berkelanjutan untuk pemenuhan fungsi utamanya sebagai sumber kehidupan.

Sudah saatnya melakukan pembangunan yang lebih mengutamakan keseimbangan antara ekonomi, sosial dan lingkungan sebagaimana telah diamanatkan baik dalam UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air maupun UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

UN No. 7 Tahun 2004 menyebutkan:
Sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam segala bidang.
Untuk menghadapi ketidakseimbangan antara ketersediaan air yang cenderung menurun dan kebutuhan air yang semakin meningkat, sumber daya air wajib dikelola dengan memperhatikan fungsi sosial, lingkungan hidup dan ekonomi secara selaras.
Pengelolaan sumber daya air perlu diarahkan untuk mewujudkan sinergi dan keterpaduan yang harmonis antar-wilayah, antar-sektor, dan antar-generasi.
Sejalan dengan semangat demokratisasi, desentralisasi, dan keterbukaan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, masyarakat perlu diberi peran dalam Pengelolaan Sumber Daya Air.

UU No. 26 Tabun 2007 menyebutkan
 bahwa penyelenggaraan penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional dengan:
terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan
terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia
terwujudnya pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang.

UU No. 26 Tahun 2007 juga menyebutkan bahwa
 Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.
Ruang darat, ruang laut. dan ruang udara merupakan satu kesatuan ruang yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Ruang darat, ruang laut, dan ruang udara dimanfaatkan berbagai macam keperluan sesuai dengan tingkat intensitas yang berbeda untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pemanfaatannya di antaranya sebagai tempat melakukan kegiatan pemenuhan kehutuhan pangan, industri, pertambangan, sebagai jalur perhubungan, sebagai obyek wisata, sebagai sumber energi, atau sebagai tempat penelitian dan percobaan.

UU No. 26 Tahun 2007 tidak mendefinisikan ruang darat, ruang laut dan ruang udara. Definisi ketiga ruang tersebut ada dalam UU No. 24 Tahun 1992. UU ini mendefinisikan ruang-ruang: udara, darat dan laut sebagai berikut:
Ruang daratan adalah ruang-ruang terletak di atas dan di bawah permukaan daratan termasuk permukaan perairan darat dan sisi darat dari garis laut terendah.
Ruang lautan adalah ruang yang terletak di atas dan di bawah permukaan laut dimulai dari sisi laut garis laut terendah termasuk dasar laut dan bagian bumi di bawahnya, dimana Republik Indonesia mempunyai hak yurisdiksi.
Ruang udara adalah ruang yang terletak di atas ruang darat dan/atau ruang laut sekitar wilayah negara dan melekat pada bumi, di mana Republik Indonesia mempunyai hak yurisdiksi. Pengertian ruang udara (air-space) tidak sama dengan pengertian ruang angkasa (outerspace). Ruang angkasa beserta isinya seperti bulan dan benda-benda langit lainnya adalah bagian dari antariksa, yang merupakan ruang di luar ruang udara.

Lebih lanjut disebutkan bahwa ruang yang dimaksud adalah ruang di mana Republik Indonesia mempunyai hak yurisdiksi yang meliputi hak berdaulat di wilayah teritorial maupun kewenangan hukum di luar wilayah teritorial berdasarkan ketentuan konvensi yang bersangkutan yang berkaitan dengan ruang lautan dan ruang udara.

Seperti yang sudah dijelaskan sehelumnva bahwa air mengalir melalui ketiga ruang tersebut. Perjalanannya secara global yang dikenal dengan siklus hidrologi melewati ruang laut, ruang udara, ruang darat termasuk ruang di dalam bumi. Dalam hal ini di dalam ruang ada interaksi antara air dengan ruang sebagai tempat manusia dan makhluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelaagsungan hidupnya.

Lebih luas lagi sumber daya air yang merupakan air (air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat), sumber air, dan daya air yang terkandung di dalamnya juga dimantaatkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya,

Tata ruang menurut UU No. 26 Tahun 2007 didefinisikan sebagai wujud struktur ruang dan pola ruang. Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional. Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya.

Mengacu pada definisi tata ruang maka "tata ruang air" dapat didefinisikan sebagai wujud struktur ruang air dan pola ruang air. Struktur ruang air adalah susunan pusat-pusat sumber daya air dan sistem infrastruktur keairan yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional. Pola ruang air adalah distribusi peruntukan ruang air dalam suatu wilayah. Untuk air permukaan, wilayah bisa sistem fluvial (jaringan sungai dan Daerah Aliran Sungai/DAS) dan daerah Non-CAT, untuk air tanah berupa Cekungan Air Tanah (CAR) dan untuk air secara keseluruhan berupa Wilayah Sungai (WS). Peruntukan ruang dibagi dua yaitu untuk fungsi Undone, sumber daya air (daerah konservasi) dan untuk fungsi budi daya sumber daya air (pendayagunaan sumber daya air).


sumber: http://www.mafiosodeciviliano.com

persoalan air permukaan(informatif)


hutan gundul
Salah satu contoh di tingkat kabupaten adalah peningkatan banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Data rangking bencana banjir Tahun 2000 dan Tahun 2001 menunjukkan bahwa Kudus menempati rangking 2 setelah Cilacap (Pemerintah Provinsi Jateng, 2005) namun data bencana banjir Tahun 2003 menunjukkan Kudus menjadi rangking 1 (Pemerintah Provinsi Jateng, 2005: Kodoatie, 2008). Hal ini disebabkan mulai tahun 1998 sampai tahun 2000 telah terjadi pencurian pohon yang semula sebelum tahun 1998 di bawah 100.000 pohon meningkat menjadi lebih dari 1 juta pohon di Gunung Muria yang merupakan daerah hulu DAS Juwana yang melewati Kabupaten Kudus

mengindikasikan secara jelas perubahan bencana akibat pencurian kayu yang menyebahkan DAS jadi gundul dan a1iran permukaan (run-off) meningkat

Persoalan di bantaran sungai juga merupakan persoalan serius yang harus dipecahkan. Penentuan garis sempadan sungai harus dimplementasikan dengan benar, Hal ini sulit dilakukan karena di bantaran sungai sudah terlanjur dibangun berbagai infrastruktur seperti rumah, toko (ruko), pasar dll. Di sini persoalan terjadi karena kepentingan teknis (rekayasa) dan aspek berbenturan dengan aspek sosial dan ekonomi.

Secara sederhana solusi dari persoalan tersebut adalah bagatmana konservasi sumber daya air dapat terus dilakukan bersamaan dengan mengoptimalkan pendayagunaan air dan pengendalian daya rusak air dengan prinsip minimum demand dan minimum pollution. Seperti halnya di instream, persoalan terjadi karena kepentingan teknis (rekayasa) dan aspek lingkungan berbenturan dengan aspek sosial dan ekonomi.

Sosial: pembuangan sampah, pemakaian air berlebihan, kebutuhan tempat tinggal meningkat karena peningkatan penduduk terjadi alih fungsi lahan dan pengurangan ruang terbuka hijau.

Ekonomi: peningkatan ruang terbangun (atau pengurangan ruang terbuka hijau) karena kepentingan ekonomi diantaranya alih fungsi lahan resapan air menjadi daerah permukiman atau industri, illegal logging.

sumber: http://www.mafiosodeciviliano.com

konflik kepentingan ruang bangunan dan ruang terbuka hujau(informatif)


Karena pertumbuhan penduduk maka kebutuhan pokok maupun sekunder akan meningkat. Dalam tata ruang, aktifitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut akan juga meningkat baik dalam dimensi-dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan. Akibatnya terjadi eksploitasi alam yang berlebihan, perubahan tata guna lahan yang tak terkendali dan menurunnya daya dukung lingkungan. Multi player effect dari aktifitas tersebut pada hakekatnya menimbulkan kecenderungan peningkatan bencana baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Sudah hanyak disebutkan oleh para pakar bahwa ada paradoks antara penduduk dan air yaitu pertumbuhan penduduk yang meningkat mengakibatkan pengurangan ketersediaan air sekaligus meningkatkan potensi banjir. Banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya serta daerah-daerah lain di lndonesia mencerminkan paradoks tersebut. Konflik kepentingan dan kebutuhan antara man versus water; konflik ruang terbangun versus ruang terbuka hijau: konflik tata ruang bangunan versus tata ruang air. Peningkatan ruang terbangun menyebabkan pengurangan ruang terbuka hijau yang besar terutama di daerah-daerah perkotaan. Banyak lahan hijau, situ-situ, daerah resapan dan tempat tinggal air telah hilang.
konflik sosial
Konflik lainnya adalah konflik yang berkaitan dengan kelebihan air akibat perubahan tata guna lahan. Sebagai contoh: suatu lahan hutan dianggap oleh pengembang merupakan daerah idle yang harus dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari lahan tersebut. Lahan hutan akhirnya diubah menjadi lahan yang potensial secara ekonomi misal sebagai lahan industri. Secara ekonomi metnang lahan tersebut berkembang dan menjadi pusat pemikat aktifitas lainnya. Ketika lahan hutan sudah menjadi kawasan industri mentang ada multi player effects dari perubahan ini, di antaranya terjadi peningkatan harga jual tanah yang berlipat. Sistem infrastruktur yano terbangun lebih baik dan nyaman, timbulnya permukiman baru. Ini berarti ada peruhahan tata guna lahan yang signifikan (Kodoatie, 2008).
Di sinilah letak terjadinya konflik kepentingan. Secara ekonomi perubahan tata guna lahan cukup atraktif. Namun biasanya yang terjadi, peningkatan ekonomi akibat peruhahan lahan ini tidak dibarengi dengan kajian lingkungan atau sosial yang seimbang. Akibatnya sudah dapat dipastikan terjadi peningkatan run-off sekaligus pengurangan daya tampung air akibat lahan resapan hilang. Dampaknya yang terjadi adalah peningkatan banjir di wilayah hilirnya.
Oleh karena itu oleh pemerintah yang berfungsi sebagai enabler harus membuat rambu-rambu tentang perubahan tata guna lahan. Biasanya peraturannya sudah ada, tetapi aplikasi dari peraturan belum dilaksanakan. Sehingga perlu dilakukan peningkatan law enforcement secara kontinyu.
Krisis air telah terjadi, terus berlangsung dan cenderung semakin meningkat. Ada banyak faktor yang membuat krisis ini menembus ke dalam semua bagian di dunia ini di masa yang akan datang yang menjadikan water is every one's business. Dari banyak faktor tersebut.

sumber:http://www.mafiosodeciviliano.com

embung/waduk kecil(informatif)


embung
Embung kecil merupakan suatu bangunan yang berfungsi untuk menampung air hujan dan digunakan pada musim kemarau bagi suatu kelompok masyarakat desa. Embung dibangun melintang alur-alur sungai kecil yang memilikiraven atau bentuk lekukan alur berupa depresi untuk dapat menampung air sebanyak-banyaknya, dimana tampungan air tersebut dibendung dengan tanggul yang dibangun sependek mungkin dan disesuaikan dengan kondisi topografi setempat.

Embung kecil memiliki batasan dalam design seperti luas Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak boleh lebih besar dari 100 ha, tinggi tanggul tidak lebih dari 10 m, volume tampungan tidak boleh lebih besar dari 100.000 m³ air dan panjang jaringan pipa tidak boleh lebih panjang dari 3000 m. Apabila batasan dimensi ini dilampaui, maka embung ini disebut embung irigasi atau waduk kecil (Sumber : Kriteria Design Embung Kecil Untuk Daerah Semi Kering Di Indonesia, Puslitbang Pengairan, Balitbang Pekerjaan Umum, Departemen Pekerjaan Umum, 1994)

Embung mempunyai beberapa komponen antara lain daerah tadah hujan (Catchment Area), tanggul(Embankment), daerah genangan air (storage), saluran pembuangan (spillway), jaringan pipa dan bak-bak pelayanan (reticulation system) yang terdiri dari pipa distribusi, bak air bersih, bak air ternak dan bak air kebun serta bangunan pelengkap yang terdiri dari peil scale, pagar dan pintu pagar, bench mark dan papan informasi.

10 Dec 2012

air minum kemasan. bijak kah?(inspirasi)


air minum kemasan
Air minum dalam kemasan gelas isi 240 ml biasanya dijual seharga Rp. 500,00 per gelas. Sedangkan air minum kemasan botol isi 600 ml dijual dengan harga Rp. 2000,00. Benarkah uang sejumlah itu kita gunakan untuk membeli air?. Bukan, ternyata uang itu kita gunakan untuk membeli sampah berupa kemasan gelas dan botol plastik.

mari kita bandingkan dengan harga air isi ulang, satu galon air minum isi ulang isi 19 liter dapat kita beli dengan harga berkisar antara Rp. 9000,00 hingga Rp. 11.000,00. Dengan harga Rp. 11000,00 (harga maksimal) pergalon (19 liter) berarti per-ml harga air isi ulang hanya Rp. 0,58 (Rp. 11.000 : 19 liter : 1000 ml). Harga air isi ulang yang hanya Rp. 0,58 per-mililiter ini kita asumsikan sebagai harga air minum.

Dengan harga air yang Rp. 0,58 /ml berarti saat kita membeli air minum dalam kemasan ukuran gelas (240 ml) seharga Rp. 500,00 air yang kita minum hanya seharga Rp. 138,95. Selisihnya, Rp. 361,05 kita gunakan untuk membeli kemasan gelasnya.

Ternyata kita harus merogoh kocek sebesar Rp. 360 hanya untuk membeli kemasan gelas plastik yang tidak dibutuhkan. Jika rata-rata sehari kita membeli ‘hanya’ dua gelas air minum dalam kemasan, berarti tanpa sadar dalam sebulan kita telah membuang uang sebesar Rp. 21.000,00 hanya untuk membeli sampah plastik.

sumber:alamendah

komposisi air


http://adityaset.blogspot.com
Berapa banyak air yang bisa kita konsumsi? Berapa banyak air tawar yang bisa dikonsumsi oleh manusia?. Meskipun sebagian besar bumi diisi oleh air, ternyata jumlah (komposisi) air tawar yang bisa dikonsumsi manusia untuk minum tidak lebih dari 2,5 persen saja.

Memang 70,8% komposisi permukaan bumi diliputi air, namun tidak keseluruhan air tersebut dapat dikonsumsi manusia. Dari seluruh air yang terdapat di muka bumi, 97,5 persen di antaranya merupakan air asin yang terdapat di laut. Dan hanya 2,5 persen saja yang berupa air tawar.

Dari jumlah 2,5 persen air tawar (freshwater) yang dimiliki bumi paling banyak berupa glasier (gletser; bongkahan es) yakni sebesar 68,7 persen dari total air tawar yang ada. Kandungan air tawar terbesar kedua tersimpan di dalam tanah dalam bentuk airtanah (groundwater) sebesar 30,1 % dan sebanyak 0,8% tersimpan dalam bentuk tanah beku (permafrost).

Dan ternyata dari keseluruhan air tawar yang dimiliki bumi hanya sebanyak 0,4 persen yang terdapat di permukaan tanah (surface) dan atmosfir (atmospheric water). 0,4 persen air tawar inilah yang sering diperebutkan dan dikonsumsi oleh milyaran penduduk bumi.

Dari total air permukaan tanah (surface) dan atmosfir (atmospheric water) yang hanya 0,4% dari total jumlah air tawar di seluruh bumi sebagian besar berada di danau (freshwater lakes) yakni sebesar 67,4%. Sisanya berupa kelembaban tanah atau soil moisture (12,2%), atmosfer (9,5%), lahan basah lainnya (8,5%), sungai (1,6), dan terdapat pada tumbuhan dan hewan (0,8%).

Kecilnya komposisi air tawar yang bisa kita konsumsi ditambah lagi dengan daya renewable (memperbaharui) air yang sangat lama. Kecepatan renewable air adalah sepuluh pangkat minus dua cm per detik. Dengan kecepatan itu dibutuhkan waktu hingga beberapa generasi bagi air untuk ber-renewable.

note: data gambar dan isi artikel diambil dari sumber yang berbeda sehingga persentasenya tidak mutlak sama namun mendekati.

berbagai sumber

8 Dec 2012

Tips Cara Hemat Listrik PLN Menghemat Energi, Air PAM & Sumur Menjaga Kelestarian Lingkungan(tips)


Menghemat listrik adalah suatu kegiatan yang dapat membuat konsumsi energi listrik menjadi berkurang dengan berbagai cara. Selain listrik, kita perlu juga berhemat air yang kita dapat dengan cara membayar (PAM) maupun yang kita raih dengan cara gratis (sumur bor).

Dampak dari pemborosan energi listrik, air dan sumber daya lainnya umumnya bersifat negatif serta akan memberikan kerugian bagi kita semua di masa yang akan datang. Listrik yang terbatas sebagian dibangkitkan dari PLTU atau pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik lainnya yang menimbulkan polusi bagi lingkungan hidup.

Air bawah tanah yang secara beramai-ramai dan tidak terkendali kita sedot dapat habis. Menurunnya debit air tanah mampu mempercepat intrusi air laut ke darat serta dapat menurunkan atau merembeskan tanah ke bawah sehingga lama kelamaan akan tenggelam oleh air laut.

Melihat dari dampak yang ditimbulkan dari penggunaan listrik dan air yang berlebih, maka ada baiknya kita melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu menjaga kelestarian alam dari kerusakan yang serius.

A. Tips Hemat Listrik PLN

1. Matikan lampu jika kita tidak menggunakannya.

2. Gunakan lampu hemat energi yang terang (bukan bohlam lampu pijar)

3. Cabut steker listrik barang elektronik yang tidak kita gunakan. Bisa juga menggunakan stop kontak untuk mematikannya.

4. Gunakan alat penghemat listrik yang bagus.

5. Matikan lampu, tv, radio, dll saat tidur.

6. Pilih barang elektronik yang hemat listrik.

7. Ajari anak dan keluarga untuk hemat energi listrik.

8. Cabut charger ponsel saat indikator energi hp sudah penuh.

9. Gunakan energi gas lpg untuk memasak.

10. Gunakan energi matahari untuk memanaskan air, dll.

B. Tips Hemat Air PAM

1. Gunakan toilet yang bisa mengatur besar kecil pengeluaran air.

2. Cuci kendaraan seperti mobil dan motor di tempat cuci yang menggunakan air pam

3. Mandi dengan pancuran air.

4. Memakai mesin cuci pakaian otomatis yang hemat air.

5. Minum dari air kemasan yang higienis.

6. Mengawasi jalur pipa air jangan sampai bocor.

7. Menggunakan air bekas mandi dan cuci untuk menyiram tanaman di pagi dan sore hari (gunakan sabun yang ramah lingkungan).

8. Matikan keran air ketika sedang sabunan, mencuci piring, dsb.

9. Buat sumur resapan air pada tempat tinggal kita untuk mengganti air yang kita konsumsi.

10. Tidak membuang-buang air seenaknya

Sumber:1miliarpohon

cara menangani pencemaran sampah(solutif)


Limbah domestik dalam jumlah besar memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari tanah. Kita bisa pisahkan sampah yang dapat di uraikan mikroorganisme dan sampah yang tidak bisa di uraikan mikroorganisme. Maka bijaklah kita yang memisahkan sampah organik dan anorganik.

Mengurangi penggunaan pupuk sintetik dan berbagai bahan kimia untuk pemberantasan hama seperti pestisida dan lain-lainnya.

Mengolah Limbah industi sebelum membuangnya ke laut atau ke sungai

Mengurangi pemakaian bahan yang tidak dapat di uraikan mikroorganisme. Kita dapat mengganti denga daun pisang atau yang lainnya

sumber:1miliarpohon

penyebab pencemaran air dan tanah(informatif)

pencemaran
Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.

Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.

Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.

Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah :
1. Erosi dan curah hujan yang tinggi.
2. Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
3. Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.

Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT. DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian.

DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada manusia.

DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibatkan efek yang lebih menakutkan.

Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang disebabkan oleh penggunaan DDT.
a. merusak jaringan tubuh makhluk hidup
b. menimbulkan otot kejang, otot lehah dan bisa juga kelumpuhan
c. menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak dapat menetas.
d. lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh.

sumber:1miliarpohon

pengaruh pencemaran air(informatif)


sungai tercemar
Diantara sekian banyak bahan pencemar air ada yang beracun dan berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Telah anda pelajari bahwa bahan pencemar air antara lain ada yang berupa logam-logam berat seperti arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B), tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng (Zn), ada yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksida­oksida nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang(SO2 dan SO3), H2S, asam sianida (HCN), senyawa/ion klorida, partikulat padat seperti asbes, tanah/lumpur, senyawa hidrokarbon seperti metana, dan heksana.Bahan-bahan pencemar ini terdapat dalam air, ada yang berupa larutan ada pula yang berupa partikulat-partikulat, yang masuk melalui bahan makanan yang terbawa ke dalam pencernaan atau melalui kulit.

Bahan pencemar unsur-unsur di atas terdapat dalam air di alam ataupun dalam air limbah. Walaupun unsur-unsur diatas dalam jumlah kecil diperlukan dalam makanan hewan maupun tumbuh­tumbuhan, akan tetapi apabila jumlahnya banyak akan bersifat racun, contoh tembaga (Cu), seng (Zn) dan selenium (Se) dan molibdium esensial untuk tanaman tetapi bersifat racun untuk hewan.

Air merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan di muka bumi terutama bagi manusia. Oleh karena itu apabila air yang akan digunakan mengandung bahan pencemar akan mengganggu kesehatan manusia, menyebabkan keracunan bahkan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Bahan pencemar yang menumpuk dalam jaringan tubuh dapat meracuni organ tubuh tersebut, sehingga organ tubuh tidak bisa berfungsi lagi dan dapat menyebabkan kesehatan terganggu bahkan dapat sampai mati.

Selain bahan pencemar air seperti tersebut di atas ada juga bahan pencemar berupa bibit penyakit (bakteri/virus) misalnya bakteri coli, disentri, kolera, typhus, para typhus, lever, diare dan bermacam­macam penyakit kulit. Bahan pencemar ini terbawa air permukaan seperti air sungai dari buangan air rumah tangga, air buangan rumah sakit, yang membawa kotoran manusia atau kotoran hewan.

sumber:1miliyarpohon


Sistem irigasi di indonesia


Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun demikian, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram.

Sebagaimana telah diungkapkan, dalam dunia modern ini sudah banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan irigasi dan ini sudah berlangsung sejak Mesir Kuno.

pada perkembangan selanjutnya sistem irigasi mengggunakan berbagai macam sistem tergantung kondisi lahan tersebut.

Macam-macam sistem pertanian sawah:

.Sawah irigasi teknis

Sawah yang pengairannya sejak dari sumber air sampai petak sawah terdapat jaringan irigasi dari bangunan permanen. Sehingga kehilangan air karena rembesan atau penguapan dapat diminimalkan.

Sawah irigasi setengah teknis

Sawah yang jaringan irigasinya tidak seluruhnya permanen, sehingga kehilangan air akibat rembesan dan penguapan masih banyak terjadi.

Sawah irigasi sederhana

Sawah dengan bangunan jaringan irigasi menggunakan peralatan seadanya, sehingga kurang hemat air.

Sawah irigasi pompa

Sawah dengan memanfaatkan pompa untuk menaikkan air tanah atau air sungai yang permanen dalam untuk mengairi lahan pertanian yang ada di sekitarnya.

Sawah irigasi tadah hujan

Sawah yang semata-mata hanya tergantung curah hujan daerah setempat, atau hanya dengan memanfaatkan musim penghujan.

Sawah irigasi pasang surut

Sawah yang tergantung dengan pasang surutnya air rawa, sehingga dapat disebut pula irigasi dengan memanfaatkan air alami.

berbagai sumber

UNESCO Akui Sistem Pengairan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia(informatif)



UNESCO Akui Sistem Pengairan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau organisasi dunia di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan mengakui sistem pengairan pertanian Bali yang disebut sebagai Subak sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

Menurut rencana, penetapan terhadap pengakuan tersebut akan dilakukan UNESCO di St. Petersburg, Rusia, pada 20 Juni mendatang. Kepala Dinas Kebudayaan Bali Ketut Suastika saat ditemui VOA di Denpasar Bali pada Senin siang mengungkapkan Subak masuk dalam dalam dua kategori warisan budaya dunia.

Kategori pertama adalah warisan budaya benda dengan Pura Subak, sawah dan sistem irigasinya. Kategori kedua adalah warisan budaya tak benda dengan nilai-nilai sosial dan semangat gotong royong yang terdapat dalam subak.

Menurut Suastika, sebagai bentuk keseriusan Bali dalam menjaga Subak, pemerintah daerah Bali kini sedang mempersiapkan peraturan daerah (perda) terkait perlindungan lahan pertanian.

“Pertama yang harus kita lakukan adalah, adanya suatu peraturan daerah yang bisa memproteksi kawasan itu, atau misalnya perda tentang sawah-sawah abadi, ini harus dibicarakan, masyarakat diajak biacara secara terbuka, seperti apa yang harus kita lakukan dan kedepannya bagaimana,” papar Ketut Suastika.

​​Suastika juga mengakui kini sedang mempersiapkan badan pengelola warisan budaya dunia yang nantinya bertugas melakukan evaluasi dalam upaya pelestarian Subak. Selain itu pemerintah provinsi Bali juga mempersiapkan insentif bagi masyarakat yang lahanya masuk dalam kawasan perlindungan lahan Subak.

Suastika menambahkan, “Saya lebih optimis lagi karena ini sebagai obyek wisata tentu menghasilkan uang, apakah dari sini kita ambilkan? Untuk menggratiskan, artinya badan pengelola ini yang membayarkan pajak-pajak yang harus ditanggung petani.”

Sedangkan Budayawan Bali Dr. I Gede Arya Sugiartha menegaskan yang penting diperhatikan dalam menjaga Subak kedepan adalah masalah ketersediaan air bagi persawahan petani. Apalagi istilah Subak pada dasarnya adalah pengaturan tata perairan bagi pertanian

“Jadi subak-subak yang dulu ada kemungkinan beralih fungsi, kalau beralih fungsi ini sesungguhnya airnya kemana? Kalau memang airnya itu dipergunakan untuk kemakmuran rakyat tidak apa-apa, tetapi di beberapa tempat airnya dijual untuk perusahaan air minum,” kata Dr. I Gede Arya Sugiartha.

sumber:voa amerika