Pratinjau

20 Nov 2012

PENGELOLAAN AIR YANG BIJAK, SOLUSI PERUBAHAN IKLIM

http://www.iwrm-education.de/
Kondisi air akan selalu terkait dengan keadaan alam dan lingkungan. Isu-isu lingkungan yang terkait air termasuk kekeringan, kerusakan hutan, kurangnya air bersih, perubahan tata guna lahan, dan perubahan iklim.
Demikian disampaikan Wahyu Tri Raharja, Direktur Integrated Water Resources Management (IWRM) Danone Aqua, dalam acara "Diskusi Air dan Peluncuran Anugerah Jurnalistik Aqua 2012" di Jakarta, Selasa (6/11). Dengan keadaan seperti ini, air harus dikelola dengan bijak. Salah satunya menggunakan IWRM yang terbagi atas tiga pilar. Yakni kapasitas, kualitas, dan perlindungan.
Kapasitas dimaksudkan sebagai pengambilan air dalam keadaan seimbang. Sedangkan kualitas adalah standar yang digunakan harus sesuai kebutuhan manusia. Terakhir, proteksi merupakan perlindungan dan pelestarian sumber daya alam agar terjaga keberlanjutannya.
"Pemanfaatan sumber daya air haruslah seimbang dan memperhatikan seluruh pemangku kepentingan yang ada," kata Wahyu.
Air termasuk komponen Bumi yang penting bagi tubuh manusia. Zat cair ini merupakan media transportasi darah dan oksigen, mengatur suhu tubuh, pembentuk sel dan cairan, bahkan menjadi pelumas sendi. Orang dewasa normal memiliki 70 persen air dalam komponen tubuhnya. Komponen inilah yang akhirnya juga berpengaruh pada kesehatan kulit seseorang.
Disebutkan Carolina Halim, Health Marketing Manager Danone, dehidrasi ringan, sekitar 1,3 persen berat badan pada perempuan, bisa mengakibatkan penurunan daya ingat dan kewaspadaan visual. Selain itu berpengaruh juga pada mood dan konsentrasi.
Namun, air di Bumi berada dalam kondisi memprihatinkan. Dikatakan Ari Muhammad, Sekertaris Kelompok Kerja Adaptasi Dewan Nasional Perubahan Iklim, kelangkaan air bersih akan semakin sering di masa datang.
Untuk Pulau Jawa dan Bali, lamanya periode musim hujan kemungkinan akan memendek. Namun, curah hujannya akan meningkat. Berdasarkan ketersediaan air untuk kebutuhan minum pada tahun 2010 - 2015, beberapa daerah di Indonesia akan mengalami masalah kekurangan air bersih.
"Krisis air biasanya baru disadari saat sumur di rumah sudah tidak ada air. Tapi saat air masih melimpah di hadapan kita, tidak akan terasa mengenai masalah ini," papar Ari.
Sumber: http://nationalgeographic.co.id

No comments :